Kesalahan Umum Dalam Mengelola Keuangan UKM


Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh pelaku UKM terhadap manajemen keuangan, terutama bagi para pelaku UKM yang masih pemula. Demikian juga bagi para pelaku UKM yang mulai meraih kesuksesan, dalam artian produk yang ditawarkan mulai laris di pasaran. Banyak sekali dari pelaku UKM yang salah mengelola keuangan pada saat mulai mengecap kesuksesan. Pada saat kondisi keuangan mulai menggembirakan, seringkali pelaku UKM lepas kendali dalam hal pengeluaran sehingga laba yang didapatkan kembali menipis.

Beberapa kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh pelaku UKM sehubungan dengan pengelolaan keuangan diantaranya:

1. Terlalu bersemangat dalam melakukan investasi

Sebelum melakukan investasi, konsep yang harus dipahami lebih dahulu adalah resiko seharusnya sejalan dengan pengembalian. Artinya, sebelum menjatuhkan pilihan untuk berinvestasi, pelaku UKM hendaknya telah melaksanakan analisa mengenai risk dan return

Tidak adanya pemahaman konsep ini, menjadikan banyak sekali pelaku usaha pemula yang menghabiskan banyak dana untuk investasi yang tidak sehat atau tidak perlu. Mereka bersedia menginvestasikan dana secara serampangan dengan berbagai alasan, misalnya:

  • Ingin mendapatkan prestise, karena dengan melakukan investasi akan langsung mendapatkan status sebagai pemilik bisnis atau investor.
  • Terlalu bersemangat ingin cepat-cepat memulai bisnis, sehingga ceroboh dalam melakukan perhitungan resiko
  • Tertipu oleh janji-janji investasi yang menyatakan pengembalian cepat sementara resiko nol. Hal ini terutama dipromosikan oleh banyak MLM di Indonesia. Padahal secara logika, tidak ada bisnis yang memiliki tiingkat pengembalian tinggi sementara resikonya nol.

Untuk itu, para pelaku UKM sebaiknya mempertimbangkan masak-masak setiap keputusan investasi yang akan mereka ambil. Setiap uang yang digunakan harus diarahkan untuk pengembangan usaha dimana kegiatan utamanya adalag menciptakan produk yang baik dan ditujukan kepada pelanggan.

2. Tidak mampu memisahkan antara dana milik UKM dan uang pribadi

Kebanyakan UKM yang berskala mikro dimulai dan dikelola oleh seorang individu. Pada saat perkembangannya, UKM tersebut mulai mendapatkan banyak pelanggan dan menambah personilnya. Namun satu hal yang tidak bisa dihilangkan adalah, gaya manajemen yang terpuisat dan komando. Hal ini bisa jadi tertanam pada sebuah UKM disebabkan sang pemilik merupakan orang yang paling berjasa dalam kehidupan UKM tersebut. Sehingga pelaku UKM tersebut memiliki hak dan kekuasaan penuh terhadap UKM yang dimilikinya.

Permasalahan yang kemudian timbul adalah, UKM dengan gaya manajemen semacam ini, biasanya pengelolaan keuangan juga dilakukan secara suka-suka oleh pemilik UKM itu sendiri. Artinya sang pelaku UKM bebas mengambil dan menggunakan dana UKM untuk keperluan probadi seandainya ia membutuhkan

Kondisi ini menimbulkan kekacauan dimana riwayat pengeluaran keuangan menjadi sulit terlacak. Yang terjadi selanjutnya adalah, UKM tersebut kesulitan dalam melakukan penghitungan profit atau marjin laba yang didapatkan. Bisa jadi UKM tersebut memiliki banyak pelanggan dan omset yang besar, namun dikarenakan tidak adanya pengaturan keuangan yang rapi, laba yang didapatkan tetap saja tipis.

3. Pelaku UKM tidak mau menggaji diri sendiri

Ini adalah kebalikan dari kesalahan UKM pada nomor dua. Pada UKM jenis ini, pelaku UKM cenderung menanamkan kembali semua laba yang didapatkan sebagai modal. Langkah ini diambil agar UKM yang dibangun dapat berkembang dengan lebih cepat. Namun demikian, ini adalah sebuah strategi yang keliru, karena seorang pelaku UKM juga membutuhkan uang didalam berbagai aktifitas pribadinya. Oleh sebab itu, maka sudah selayaknya pelaku UKM menyisihkan setiap laba yang dimiliki 60 Memulai Usaha Baru untuk masuk ke rekening pribadi. Gunanya adalah sebagai pendorong atau motivasi bagi pemilik UKM yang bersangkutan, agar semakin bersemangat untuk memajukan UK M yang dimilikinya tersebut.

4. Tidak memiliki exit plan

Diantara para pelaku UKM yang baru memulai usahanya, diantaranya adalah para mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi yang telah mempelajari seluk beluk dunia bisnis melalui pelajaran di kampus. Seringkali para pelaku UKM muda ini tidak memiliki strategi darurat pada saat menghadapi kondisi terburuk. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh dua hal:

  • Terlalu percaya diri karena pernah mendapatkan pendidikan yang tinggi (highly educated). Mereka berpandangan bahwa pelaku UKM yang tidak menamatkan sekolah saja bisa berhasil, apalagi mereka yang telah mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan yang lengkap di perguruan tinggi.
  • Terlalu banyak membaca contoh kasus wirausaha yang kreatif, dimana disampaikan kasus-kasus wirausaha yang hanya mengandalkan kekreatifan dan kecepatan berpikir pada saat menghadapi suatu kesulitan. Hal ini menciptakan suatu persepsi bagi para pelaku UKM baru bahwa untuk mengembangkan usaha tidak diperlukan perencanaan yang matang. Semua permasalahan dapat dihadapi selama pelaku UKM tersebut bisa bertindak cepat dan kreatif. Namun yang terlupakan adalah, bahwa tidak semua orang sanggup dengan gaya berbisnis seperti itu.

Ketiadaan exit plan, atau strategi menghadapi kondisi yang sulit akan menyulitkan pelaku UKM. Pada dasarnya kegagalan, halangan, dan rintangan pasti akan dihadapi oleh suatu UKM. Maka pelaku UKM sebaiknya membuat rencana dengan memprediksikan berbagai kemungkinan yang terburuk. Buat bebeapa rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung kegiatan UKM.

5. Menggunakan dana pribadi untuk keperluan usaha

Sebagaimana menggunakan dana UKM untuk keperluan pribadi merupakan tindakan yang salah, menggunakan dana pribadi sebagai penutup keperluan UKM juga tindakan yang tidak dapat dibernarkan. Kondisi ini akan sangat beresiko kepada kondisi keuangan pribadi, dimana dana yang diinvestasikan harus diputar terlebih dahulu untuk menghasilkan keuntungan. Itulah pembahasan mengenai Kesalahan Umum Dalam Mengelola Keuangan UKM. Semoga bermanfaat ya.


Like it? Share with your friends!

Bamz

Founder & CEO PT. Inspira Kreasi Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang kreatif dan teknologi. Seorang praktisi dan konsultan Internet Marketing.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *