Cara Efektif Agar UKM Bisa Bertahan Saat Pandemi COVID-19


Bagaimana cara UKM bertahan saat pandemi COVID-19? Berikut adalah cara efektif agar UKM bisa bertahan saat pandemi COVID-19, atau virus corona.

Munculnya COVID-19 telah menggoyahkan perekonomian negara. Tak heran jika sampai saat ini COVID-19 masih menjadi perhatian seluruh warga dunia sebagai pandemi atau wabah global. Tak main – main, berbagai lini kehidupan pun turut terdampak, termasuk aktifitas pelaku bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah).

Untuk itu penting mengetahui cara bertahan di tengah pandemi COVID untuk bisnis UKM di bawah ini. Ya, meskipun ada sedikit penurunan penghasilan, setidaknya bisnis UKM yang Anda jalankan dapat bertahan selama pandemi COVID-19. So, simak baik – baik ulasan selengkapnya!

Cara Efektif Agar UKM Bisa Bertahan Saat Pandemi COVID-19

Wabah virus corona menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis online atau offline. Disituasi sulit seperti ini tentunya dibutuhkan cara efektif agar UKM bisa bertahan saat pandemi COVID-19. Tetapi sebelumnya ketahui terlebih dulu beberapa tantangan yang harus dihadapi saat pandemi COVID-19 berikut.

Kesulitan Melakukan Ekspansi

Jika biasanya ada target – target khusus yang harus dicapai, tentunya yang demikian akan semakin sulit untuk dilakukan dimasa sulit seperti sekarang. Seperti yang diketahui, perekonomian nasional cukup terganggu akibat munculnya COVID-19. Jadi, jangan heran jika pada akhirnya bisnis UKM pun akan kesulitan untuk mencapai target bisnis seperti biasa.

Tidak hanya itu, bisnis UKM juga mengalami kesulitan dalam melakukan ekspansi. Bisa dibayangkan bagaimana akibatnya jika pandemi COVID-19 tidak bisa diatasi segera. Tentunya yang demikian akan membuat perekonomian semakin lesu dan sulit untuk melakukan penjajakan produk, baik di dalam maupun luar negeri.

Keuangan Terganggu

Pandemi mempengaruhi kondisi keuangan. Foto: Sevima.com

Untuk masalah satu ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh pelaku bisnis UKM, tetapi juga jenis bisnis berskala besar lainnya. Pasar yang lesu membuat bisnis tidak mampu mendongkrak angka penjualan, akibatnya pendapatan pun tidak sesuai harapan.

Tentunya yang demikian menjadi penyebab utama keuangan perusahaan terganggu. Jika hal tersebut tidak dapat diatasi dengan baik dan bijak, bukan tidak mungkin sebuah bisnis akan gulung tikar. Sebab, dana akan habis sebelum bisnis berkembang, atau balik modal.

Cara menjalankan UKM saat pandemi COVID-19 bukan perkara yang mudah. Tak heran jika banyak pelaku bisnis yang mengalami kelumpuhan dan akhirnya berpengaruh pada perekonomian negara, hingga menyebabkan keterlambatan aktifitas ekonomi secara luas. Sebagai pelaku bisnis UKM, Anda tentunya harus segera memutar otak dan mencari solusi agar bisnis bisa bertahan saat pandemi COVID-19. Berikut kami infokan cara efektif agar UKM bisa bertahan saat pandemi COVID-19 yang bisa Anda coba praktekkan.

Menjaga Agar Cashflow Tetap Sehat

Cashflow menjadi salah satu hal penting dalam sebuah bisnis UKM. Oleh karenanya, setiap pelaku bisnis harus mampu kelola keuangannya secara optimal. Jika tidak, resikonya akan sangat membahayakan bagi bisnis itu sendiri. Kebangkrutan menjadi kata – kata yang akan siap mengancam bisnis UKM jika cashflow tidak terjaga dengan baik.

Untuk itu, silakan jaga kondisi arus kas perusahaan Anda agar tetap seimbang dan sehat. Pengelolaan arus kas yang baik dan bijak dapat menentukan hidup dan matinya bisnis UKM Anda. Contoh sederhananya seperti berikut, disituasi sulit sperti sekarang, banyak pelaku bisnis yang melakukan penagihan atau pembayaran langsung ke mitra usaha. Ini bertujuan untuk meningkatkan resiko terdampak COVID-19.

Namun meskipun demikian, pastikan untuk terlebih dulu membuat dokumen pernyataan penagihan atau pembayaran yang mudah. Faktur bisa dikirim atau diterima via email sebagai bentuk pemberitahuan resmi kepada mitra usaha untuk segera melakukan transaksi tanpa bertemu secara fisik.

Melakukan Perencanaan Ulang Pendapatan dan Memangkas Anggaran Biaya

Mengatur keuangan saat corona. Foto: RuangMom.com

Selain penting, perencanaan anggaran biaya dalam bisnis UKM menjadi sebuah outline, yang sengaja dibuat untuk organisir bisnis sesuai budget atau pengeluaran yang memang benar – benar diperlukan. Cara ini harus dilakukan terutama untuk evaluasi kinerja bisnis, apa berkesempatan untuk mendapat untung atau justru ada diposisi rugi?

Tidak hanya itu, penting pula untuk kalkulasikan semua anggaran biaya yang akan dilakukan dalam business plan di periode selanjutnya. Tanpa perencanaan anggaran biaya bisnis yang jelas, para pelaku bisnis UKM akan kesulitan ketika menentukan biaya modal bisnis UKM yang nanti akan digelontorkannya. Selain itu, Anda juga kesulitan mencapai target pendapatan yang ingin dicapai.

Disituasi sulit akibat pandemi COVID-19 seperti saat ini, pelaku bisnis UKM harus lebih hati – hati dan jeli dalam mengambil keputusan. Dibutuhkan strategi bisnis UKM yang tepat agar sebuah bisnis dapat bertahan. Misalnya dengan membuat pembukuan perusahaan yang jelas dan rapi. Jangan lupa, pastikan semua bentuk transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran maupun yang lainnya terdokumentasi dengan baik.

Tetap Monitor Transaksi Bisnis

Hampir semua jenis bisnis skala kecil atau besar, baik yang dijalankan secara online maupun offline pastinya tidak lepas dari aktifitas transaksi perbankan. Nah, agar terhindar dari resiko terkena COVID-19 di ruang publik, sebaiknya hindari kunjungan ke kantor cabang perbankan secara langsung, pastinya akan lebih bijak lagi jika memilih transaksi via online.

Jika Anda bisa terhindar dari resiko terkena virus corona tersebut pastinya Anda juga bisa terus menjaga bisnis UKM Anda agar dapat bertahan.

Perhatikan Kondisi Stok Barang

Berbeda dengan jenis virus lainnya, ternyata penyebaran COVID-19 lebih agresif, tentunya yang demikian membuat Anda harus berpikir dua kali untuk mengunjungi gudang usaha secara langsung. Sebagai alternatifnya adalah memeriksa status persediaan barang secara berkala dengan tetap menjaga jarak.

Tak perlu khawatir, sebab saat ini sudah banyak fitur Inventory yang akan memudahkan Anda untuk memonitor stok barang secara real time tanpa perlu repot – repot menuju gudang fisik. Melalui fitur ini pula Anda akan dimudahkan ketika menghitung persediaan barang, mengetahui harga jual beli rata – rata, hingga informasi ketersediaan stok saat itu juga.

Dengan selalu melakukan pengecekan secara berkala Anda pastinya juga akan mendapatkan referensi terkait kinerja produk yang Anda jual, dan pemberitahuan stok yang kosong. Artinya, Anda pun dapat mengimpor data persediaan dalam jumlah besar sekalipun dalam waktu cepat.  Tentunya sebagai pelaku bisnis UKM Anda tak perlu cemas atau khawatir lagi. Yang terpenting disini adalah bsinis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan saat kondisi pandemi seperti sekarang.

Tetap Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Pelanggan

Tetap jalin komunikasi. Foto: Entrepreneur.com

Berkomunikasi dengan pelanggan bisa jadi cara efektif agar bisnis UKM dapat bertahan selama pandemi COVID-19. Silakan coba untuk menanyakan bagaimana pelayanan atau produk yang mereka beli dan berikan mereka komentar terkait hal tersebut. Dengan cara ini diharap agar pelanggan lebih percaya terhadap produk yang Anda jual dan akan melakukan repeat order.

Memiliki Dana Darurat

Dana darurat juga menjadi solusi agar sebuah bisnis tetap bertahan. Bayangkan saja dengan adanya pandemi COVID-19 tiba – tiba semua harga kebutuhan naik dan modal yang Anda miliki tidak cukup. Untuk itulah gunanya memiliki dana darurat.

Demikianlah informasi seputar cara efektif agar UKM bisa bertahan saat pandemi COVID-19. Semoga bermanfaat.


Like it? Share with your friends!

Bamz

Founder & CEO PT. Inspira Kreasi Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang kreatif dan teknologi. Seorang praktisi dan konsultan Internet Marketing.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *