Keuntungan, Cara dan Syarat Jadi Lender di P2P Lending untuk Anak Zaman Now


Foto: chieflearningofficer.com

Konsep sederhana dari P2P atau peer to peer Lending  adalah kegiatan meminjamkan dan meminjam sejumlah dana kepada individu atau bisnis dan juga sebaliknya yaitu mengajukan pinjaman untuk keperluan individu/bisnis. Konsep yang dimiliki P2P Lending sangat mirip dengan marketplace online di mana ia hanya menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara pembeli dengan penjual. Lalu bagaimana dengan keuntungan, cara dan syarat Jadi lender di P2P lending? Berikut merupakan informasi mengenai P2P Lending yang perlu Anda ketahui.

Mengapa P2P Lending bisa menjadi sebuah pilihan untuk anak zaman now? Tentu saja karena perkembangan teknologi yang ada pada zaman sekarang ini telah merepresentasikan anak zaman now yang melek teknologi. Seperti yang sudah dijelaskan, P2P lending merupakan sistem yang mempertemukan penyalur dana dan peminjam dana melalui aplikasi online.

P2P lending mulai populer di kalangan masyarakat karena pencairan dana pinjaman yang cepat serta tidak memerlukan persyaratan rumit bagi sang peminjam atau borrower. Bagi Anda yang berkeinginan untuk meminjamkan sejumlah dana pada P2P Lending, Anda bisa mempertimbangkan keuntungan-keuntungan yang ada.

Keuntungan, Cara dan Syarat Jadi Lender di P2P Lending: Keuntungan

Membahas keuntungan menjadi lender P2P lending. Foto: CakapCakap.Com

Kemudahan dan keuntungan tidak hanya didapatkan oleh para peminjam atau borrower saja. Terdapat istilah lender pada P2P Lending bagi Anda yang menyalurkan uang untuk dipinjamkan. Ternyata, menjadi seorang lender bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berikut keuntungan yang Anda dapatkan jika menjadi lender di P2P Lending:

1. Modal kecil

Jika Anda memiliki penghasilan pas-pasan tetapi ingin berinvestasi, Anda bisa menjadi lender di P2P Lending Online. Beberapa penyedia jasa P2P Lending ada yang menyediakan minimal biaya Rp100 ribu saja dan Anda sudah bisa menjadi seorang lender.

2. Proses dilakukan online

Cukup dengan bermodalkan perangkat smartphone atau laptop dan jaringan internet, Anda sudah bisa menjadi lender. Anda tidak perlu datang ke kantor untuk melakukan pendaftaran karena semua prosedur dilakukan secara online.

3. Hasil menguntungkan

Hasil yang akan Anda peroleh berasal dari bunga yang lender pinjamkan kepada borrower. Bunga yang dikenakan sekitar 6% sampai 7% dan setiap bulan pinjaman ini akan dikirimkan ke virtual account Anda hingga masa tenor selesai.

4. Aman

Beberapa penyedia layanan P2P Lending memberikan fasilitas kepada lendernya untuk memonitor atau mengawasi sendiri dana yang dipinjamkan dengan memilih sendiri siapa peminjamnya. Fasilitas ini bisa Anda gunakan untuk mengukur risiko dan keuntungan dana yang Anda pinjamkan.

Keuntungan, Cara dan Syarat Jadi Lender di P2P Lending: Persyaratan

Syarat menjadi lender di P2P lending. Foto: GreatDayHR.Com

Sistem P2P Lending sebenarnya cukup sederhana. Untuk menjadi seorang lender tdi P2P Lending tidak memiliki persyaratan khusus dan sulit. Secara umum hanya terdapat beberapa persyaratan sederhana yang harus Anda penuhi untuk menjadi lender P2P Lending yaitu sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Minimal sudah berusia 21 tahun
  • Memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan tetap
  • Sumber pendapatan jelas

Selanjutnya Anda hanya perlu mengunjungi website fintech yang Anda pilih dan kemudian melakukan pendaftaran pada website terkait. Lengkapi seluruh persyaratan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Bagaimana Cara Kerja P2P Lending?

1. Sebagai peminjam atau borrower

Jika Anda menggunakan P2P Lending untuk meminjam dana, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengunggah dokumen yang diperlukan untuk mengajukan proposal pinjaman secara online. Pada umumnya, dokumen yang perlu Anda unggah adalah laporan keuangan Anda dalam rentang waktu tertentu. Selain itu dalam permohonan peminjaman Anda perlu menyebutkan tujuan dalam peminjaman Anda.

Pengajuan permohonan peminjaman yang Anda ajukan bisa diterima maupun ditolak. Penolakan permohonan peminjaman bisa terjadi karena berbagai faktor. Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu memperbaiki dokumen-dokumen Anda yang menyebabkan permohonan Anda ditolak.

Jika pengajuan permohonan peminjaman Anda diterima, maka suku bunga pinjaman akan diterapkan. Kemudian permohonan peminjaman Anda akan di publish pada marketplace yang tersedia agar para pendana bisa melihat permohonan peminjaman Anda.

2. Sebagai pendana atau lender

Jika Anda sudah terdaftar sebagai lender atau pendana, nantinya Anda akan memiliki akses untuk menelusuri data-data permohonan peminjaman para peminjam yang muncul di dashboard yang tersedia.

Anda juga memiliki akses untuk melihat data-data dari setiap permohonan peminjaman. Contohnya seperti data-data mengenai peminjam yaitu pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman untuk bisnis, kesehatan atau pendidikan beserta alasannya.

Setelah Anda menentukan peminjam mana yang akan Anda danai, Anda bisa menyalurkan sejumlah dana setelah melakukan deposit sesuai tujuan pendanaan Anda.

Para peminjam akan membayar dana pinjamannya secara mencicil setiap bulannya. Keuntungan yang Anda dapatkan berasall dari pokok dan bunga. Namun yang perlu Anda perhatikan, besaran bunga yang akan Anda dapatkan akan tergantung pada suku bunga pinjaman yang Anda danai.

Tips Keuntungan, Cara dan Syarat Jadi Lender di P2P Lending untuk Anak Zaman Now

Sebelum memulai dan terjun dalam P2P Lending sebagai lender, perhatikan tips berikut agar bisa mendapatkan keuntungan sebagai lender P2P Lending:

1. Pilih fintech di bawah OJK

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari fintech yang memiliki predikat diawasi dan diatur di bawah kewenangan OJK. Di internet terdapat ratusan website P2P Lending namun ternyata yang sudah terdaftar dalam OJK tidak sebanyak yang tersebar di internet. Demi keamanan dokumen, data pribadi dan juga dana Anda, sebaiknya pilih fintech yang terdaftar diawasi oleh OJK.

2. Layanan proteksi dana

Fintech P2P Lending tentunya memiliki resiko, namun ada baiknya jika Anda memilih dengan teliti. Akan sangat merugikan jika Anda mendaftar pada fintech yang tidak memiliki proteksi dana, di mana dana yang Anda pinjamkan tidak bisa dikembalikan oleh sang peminjam. Pastikan Anda membaca fasilitas layanan dan persyaratan terkait fintech yang Anda pilih.

3. Hati-hati dalam memilih peminjam

Teliti lah dalam memilih calon peminjam. Baca lah profil serta dokumen-dokumen terkait milik para calon peminjam. Anda dapat melakukan tracking melalui profil atau bahkan Anda bisa menanyakan langsung kepada pengelola website fintech.

4. Mulai dengan modal kecil

Jika Anda ingin mencobanya terlebih dahulu, apakah system ini cocok atau tidak. Anda bisa memulainya dengan modal yang kecil sebagai permulaan dan mempelajari bagaimana proses bekerjanya P2P Lending dari awal.

Ada baiknya untuk memulai dengan jumlah dana paling rendah yang ditawarkan pada website fintech yang Anda gunakan. Setelah mengetahui bagaimana P2P Lending bekerja serta berbagai macam resiko yang ada, Anda bisa menambah jumlah dana yang akan anda pinjamkan kepada peminjam.

Seperti yang telah kita ketahui. Setiap jenis investasi memiliki resiko dan keuntungannya masing-masing. Tentunya P2P Lending juga memiliki resiko, maka bagi Anda yang tertarik menjadi lender perlu memahami risiko yang ada agar tidak terjatuh dalam kerugian.


Like it? Share with your friends!

Bamz

Founder & CEO PT. Inspira Kreasi Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang kreatif dan teknologi. Seorang praktisi dan konsultan Internet Marketing.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *